Langsung ke konten utama

Postingan

Asian Games 2018

Obor Asian Games Ajang bergengsi bagi setiap Negara yang berada di kawasan Asia akan segera dimulai, Indonesia menjadi tuan rumah yang memfasilitasi ajang ini, dua kota telah disiapkan untuk menyukseskan Asian Games, yaitu Jakarta dan Palembang. Sebagai acara yang ditunggu banyak orang tentu saja acara ini memiliki ikon tersendiri, yakni ada obor sebagai ikonnya. Mungkin untuk sebagian besar masyarakat Indonesia tentu tahu apa itu obor terlebih masyarakat di pedesaan. Namun ada yang beda untuk obor yang satu ini, api yang digunakan tidak atau bukan sembarang api seperti pada umumnya. Untuk menyalakan obor ini api yang digunakan dibawa langsung dari New Delhi, India, yang merupakan api abadi yang kabarnya tidak pernah padam meski diterjang hujan. Selain obor, Asian Games 2018 juga memiliki maskot unik yang mewakili Indonesia itu sendiri, mulai dari Indonesia bagian barat, tengah, serta timur. Iyaa maskotnya ada 3 berupa binatang khas Indonesia sendiri. Pertama ada Bhin-Bhin merupak...

Tartib Baru

Tartib Baru Tahun ajaran baru udah dimulai, kelas 11 menjadi kelas baruku yang isinya akan menemani hari"ku selama satu tahun kedepan, tepat tanggal 16 juli kemarin merupakan hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang yang amat panjang wkwk sebulan lebih btw liburnya. Ga tau sih pas hari pertama i have no kesan pesan yang pasti sih gabutnya itu loh luar biasa, mungkin semua guru beserta manusia osis ikut andil dalam masa pengenalan lingkungan sekolah untuk murid baru kelas 10. Oiyaa jangan lupakan kalo hari senin pagi kemarin dimulai dengan upacara penaikan bendera, pembina upacara menyampaikan bahwa ada tartib baru (tata tertib baru) yang akan berlaku untuk kedepannya, tartib tersebut dibacakan pada esok harinya, selasa, 17 juli 2018, rincian itu dibacakan di lapangan saat waktu literasi oleh bapak anwar farid, dari keseluruhan revisi itu, semua ga banyak yang beda dari tartib sebelumnya cuma yaaaaa kenapa poin penghargaan buat absensi yang full ditiadakan, plis lahhh itu...

Supercamp 5

Supercamp V Sabtu, 5 mei 2018 Pagi di hari sabtu pada awal mei ini berbeda dengan sabtu-sabtuku yg lain. Sabtu minggu pertama di bulan mei yg akan mengantarkanku untuk mengikuti supercamp, acara terakhir sekolahku di kelas 10. Setiap siswa dan siswi datang ke sekolah dengan membawa tas ransel yang lumayan bisa dibilang besar karena isinya yang memang banyak untuk bertahan hidup selama di sana, Cigombong, Jawa Barat. Untuk mencapai tempat campnya kita para pasukan yang telah dibuat menaiki tronton sebagai transport ke sana, satu tronton diisi sekitar 30an orang, kebayangkan betapa terhimpitnya manusia-manusia di dalam tronton itu. Perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam-an, kami berangkat jam 7an setelah sarapan AKK bersama-sama di selasar depan masjid darul ulum sman 68. Semua pikiran negatif berlalu saat tronton mulai berjalan, canda-tawa dilemparkan satu sama lain selama perjalanan tak terasa matahari hampir sampai di atas kepala dan tronton pun sampai di tempat camp. Suasananya ...

Sekolah-ku, Cinta-ku

Im still alive beb Ya tuhann ini udah malem Fyi ini marathon tulisan I yang ketiga hari ini Mendadak banget didata besok Tapi yaudhlah yaa Sejauh mata memandang, hingga 5 tulisan telah hadir menghiasi blog yang tidak pernah ada niat untuk terbikin seperti ini. Sejauh itu pula diri ini belum memberitahu kepada kalian di mana sih sebenernya si manusia ini bersekolah… Oke kali ini sesuai dengan judul yang sudah tertulis di atas, I akan memperkenalkan dengan bangga sekolah I yang sudah sering terdeskripsikan di tulisan-tulisan sebelumnya. Hmm mungkin yang baca pernah menebak-nebak, di mana sih si manusia ini sekolah?  Sekolah yang ngasih undangan PTN? Untuk daerah Jakarta Pusat Khususnya JP2 Sebentar lagi ketebak nih Yup Kalau kalian nebak itu SMA Negeri 68… Hhmm Hhmm Aku sih langsung kasih mobil Tapi nanti yaa kalau aku udah jadi manusia yang sukses bagi diri sendiri, nusa, bangsa, dan agama. AAMIIN Yeay Jadi...

Satu Jenjang Menuju Masa Depan

Balik lagi nih wkwkwk Ga ada yang ngarepin juga Oke Fine Jadi ini tulisan emang bener-bener tugas literasi yang harus diselesaiin kayak marathon demi kedisiplinan dan demi nilai tambah menuju seperti yang tertera di judul tulisan pada kali ini. Semua orang pasti punya tujuan hidupkan yaa, bahkan yang lagi nyari tujuan hidup aja punya tujuan buat mencarinya, nah di sini I akan cerita sedikit tentang apapun yang udah mulai terkelupas seiring berjalannya waktu yang membuka masa depan seorang remaja satu per satu. Mulai dari kenapa milih sekolah ini yang sekarang I tempatin. Pertama, nilai kelulusan pas smp alias nem yang I dapat sangat-sangat tidak memungkinkan untuk masuk dipilihan sekolah yang pertama. Kedua, mungkin udah takdirnya juga because kedua orang tua I ga ke pengen kalau anak perempuannya ini sekolah di sekolah pilihan pertamanya jadilah I memilih sekolah ini, fyi ini sekolah emang udah jadi dambaan mereka banget, kayaknya pengen banget gitu anaknya ...

Tata Tertib Di Sekolah-ku

Haiii readerku (padahal ga ada readernya jugaa) Jadi gini, I kembali nulis di blog ini because adanya tugas literasi yang udah gila gara-gara bentrokan dengan tugas lainnya and I know emang ini udah di penghujung liburan USBN kelas 12 but ya tuhan why so many works I have to do, ini jari udah keriting minta dicatok, udah seminggu ini tugas I cuma nulis-nulis tugas di atas folio bergaris. Huft. Mulai dari awal masuk ke sekolah menengah atas tempat I bersekolah ini emang udah berasa semua peraturan tata tertib yang ada, mulai dari kerapihan pakaian seragam, rambut, lingkungan, hingga tata krama setiap individunya bahkan bisa dibilang karena adanya tata tertib yang sangat ketat ini memudarkan kasta senioritas dan junioritas. So proud of this. Peraturan tidak akan dibuat kalau tidak ada yang pernah berbuat atau memunculkan sesuatu yang melanggar atau mengganggu kenyamanan dan keamanan individu lain, namanya manusia pasti mau juga memiliki hidup aman, damai, tenteram, dan teratur,...

Pengalaman Gempa di Sekolah

Selasa, 23 Februari 2018 Sebuah gempa terjadi di ibukota nusantara tercintah kita, titik gempa berpusat di Lebak, Banten dengan kekuatan ±6,5 SR dengan kedalaman 10 km di bawah permukaan air laut, beruntungnya tidak ada potensi terjadinya tsunami. Tepat satu hari setelah kejadian gempa itu berlangsung, saya mempublish tulisan ini di sini. Apa esensinya? Melaksanakan kewajiban seorang pelajar untuk membuat tugas, kalau bukan karena literasi di sekolah saya yang menugaskan mungkin tulisan ini tidak akan pernah saya buat. Intinya tuh… Jadi gini yaaa, kemarin tepat setelah waktu sholat dzuhur berjamaah di masjid sekolah selesai, bel masuk pun berbunyi memanggil para siswa untuk kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar. Saya dan teman sekelas yang udah selesai langsung bergegas menaiki tangga satu per satu untuk mencapai kelas kami yang terletak di lantai 4. Tak lama setelah kami memasuki ruang kelas, dari kejauhan mata memandang dan menembus jendela...